Minggu, 15 September 2013
Rabu, 26 Juni 2013
SUARA KASIH
BULETIN YAYASAN MUTIARA KASIH
INDONESIA
“KEBANGKITAN
IMAN”
Edisi II/ Tahun 2/ Januari 2013-April
2013
Untuk Kalangan SendirI
SALAM REDAKSI
Para pembaca yang budiman…. kembali “Suara
kasih”, Buletin dari Yayasan Mutiara Kasih Indonesia edisi kedua kami
persembahkan kepada anda sebagai sarana komunikasi antara Yayasan Mutiara Kasih
Indonesia dengan pihak Penderma.
“Suara Kasih” di edisi yang kedua ini
mempunyai Judul “KEBANGKITAN IMAN”, dimana kami mengajak para pembaca sekalian
untuk merefleksikan keadaan iman kita saat ini.
“Suara Kasih” dalam edisi yang kedua akan
menyajikan Kata Pengantar dari Ketua Yayasan, Renungan, Laporan Kegiatan, Program
Tahun 2013, Laporan Keuangan dan Kata Bijak.
Akhirnya semoga melalui “Suara Kasih”
komunikasi antara para pembaca, penderma dan Yayasan Mutiara Kasih Indonesia
boleh terbentuk dan dibangun.
Redaksi
“Suara Kasih”
SUSUNAN REDAKSI SUARA KASIH DAN SUSUNAN PENGURUS YMKI
SUSUNAN
REDAKSI SUARA KASIH
|
|
Penasehat/ Penanggung
jawab
|
: Sujanto
|
Pemimpin Umum
|
: Fransiskus
Eko
|
Pemimpin Redaksi
|
: Susana
|
Editor
|
: Sujanto
|
SUSUNAN
PENGURUS YAYASAN MUTIARA KASIH INDONESIA (YMKI)
|
||
Penasehat
|
:
|
Denny Hartono dan
Sujanto
|
Ketua
|
:
|
Fransiskus Eko
|
Pengurus Harian
|
:
|
Susana
|
Selasa, 25 Juni 2013
PROFIL YAYASAN MUTIARA KASIH INDONESIA
Yayasan mutiara kasih, lahir dari kerinduan untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan formal dan ikut ambil bagian dalam pendidikan moral dan spiritual untuk membentuk generasi bangsa yang mempunyai jiwa yang tangguh dalam menghadapi tantangan jaman, serta mempunyai budi pekerti yang baik dan mempunyai karakter yang baik. Apa yang baik dalam diri seseorang itu digali dan dibina serta dikembangkan sehingga dapat menjadi mutiara yang berharga dan memberikan kasih pada lingkungan sekitarnya. Yayasan Mutiara Kasih juga lahir dari kerinduan untuk menanamkan dan menjalankan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” (sila ke 5 dari Pancasila) dibidang pendidikan.
VISI
Menjadikan
peserta didik orang yang kuat dalam iman, berprestasi, mandiri dan mempunyai
karakter yang baik.
MISI
1.
Menanamkan
nilai-nilai rohani hingga mempunyai akar yang kuat dalam iman pada peserta
didik.
2.
Menanamkan
nilai-nilai budaya dan kemanusiaan pada peserta didik.
3.
Menggali
potensi anak dan mengembangkan potensi anak hingga mereka dapat berprestasi.
4. Mengikuti
perkembangan kemajuan di bidang pendidikan dan teknologi dan mengajarkannya
pada peserta didik.
5.
Memotivasi
anak untuk maju dan berkembang serta mempunyai kepercayaan diri.
6.
Melakukan
pendidikan karakter.
Kata Pengantar Penasehat Yayasan
Sulit dibayangkan jika kita
kehilangan orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya, terlebih jika kita
berpikir bahwa dia adalah harapan untuk setiap masalah yang saat ini terjadi
dan dia adalah satu-satunya jalan keluar untuk persoalan yang membentang didepan
kita. Rasa frustrasi, putus harapan, kecewa dan tidak percaya pasti akan
menguasai kehidupan kita.
Perasaan itulah yang dirasakan
oleh murid-murid Tuhan Yesus, Raja yang mengajar mereka, mengusir setan,
menyembuhkan orang sakit bahkan membangkitkan orang mati ternyata harus
terkulai tidak berdaya diatas kayu salib hina. Perasaan tersebut membawa mereka
dalam kematian Iman, perasaan tersebut juga membawa mereka lupa akan setiap
pengajaran dan kesaksian hidup yang telah Tuhan Yesus berikan dalam kehidupan
mereka. Perasaan tersebut membawa mereka kembali ke titik nadir, kembali
menjadi orang “biasa” saja.
Seperti Tuhan Yesus yang
bangkit dari kematian, Allah, Tuhan dan Juru selamat juga menghendaki setiap
anak-anakNya bangkit dari kematian dan menjadi orang yang luar biasa. Tuhan
Yesus tidak membiarkan para murid kembali kepada titik nadir. Tuhan Yesus
kembali menampakan diri, makan bersama dan juga kembali mengajar para
murid. Ingat cerita ketika para murid Yesus telah bekerja keras semalam-malaman,
tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Tuhan Yesus terlebih dahulu datang dan
menyapa mereka, Tuhan Yesus membantu mereka untuk mendapatkan ikan yang luar
biasa banyaknya. Cerita ini sungguh luar biasa, memberikan makna yang dalam.
Suatu kehidupan yang berputus-asa, frustasi, kecewa dan tanpa pertolongan Allah
adalah sia-sia dan tanpa hasil. Tetapi sebaliknya, jika Tuhan Yesus hadir dalam
kehidupan ini, hidup kita akan menjadi berarti, hidup kita akan menghasilkan
buah yang melimpah, kita akan menjadi garam dan terang untuk dunia ini.
Undanglah Tuhan Yesus masuk ke
dalam hatimu, kedalam hidupmu, biarlah Dia yang menjadi nahkoda dalam kehidupan
ini. Berubahlah dari yang “biasa” menjadi “luar biasa”. Biarlah
apa yang kita miliki dapat dipakai oleh Tuhan Yesus untuk merubah dunia ini,
biarlah harta, talenta, kemampuan dan apapun yang kita minta mampu membawa
angin perubahan, merubah yang “biasa” menjadi “luar biasa”.
Biarlah buletin ini
boleh menjadi media komunikasi diantara kita semua, sebagai media untuk berbagi
mengenai mimpi dan jalan setapak yang telah kita lakukan bersama. Semoga setiap
tulisan di dalam buletin ini boleh menjadi kebangkitan bagi iman kita, dan
membawa suatu kehidupan.
Damai Kristus berserta
kita semua. (Sjt)
KITA DIPANGGIL DAN DIUTUS SEBAGAI MURID
We are loved
We are safe
We are redeemed
We are rescued
We are hope
filled
We are made
new
We are
together
We are free
WE ARE
FORGIVEN
Selamat Pesta Paskah saudaraku! Tidak terasa
kebersamaan kita sudah mendekati satu tahun usianya. Dan persatuan ini
terpelihara tentunya tidak terlepas dari campur tangan Tuhan kita Yesus
Kristus. Dialah yang berinisiatif untuk memulai, tentunya dia yang akan
mendampingi kita di dalam proses pertumbuhan kita sebagai anggota tubuh mistik
Kristus, dengan Yesus sendiri sebagai kepala.
Tentunya
masih segar dalam ingatan kita peristiwa yang terjadi dengan Tuhan kita di
pekan suci yang baru saja kita lewati. Ya, kita tidak hanya Palma, kita mengulangi peristiwa dimana Tuhan kita
memasuki kota Yerusalem. Tradisi kita dan Kitab Suci mengatakan bahwa
orang-orang yang mengiringi Tuhan yang menunggang keledai dengan daun palma di
tangan untuk memasuki Yerusalem, adalah Pengikut Kristus. Sedangkan kita tidak
hanya sebatas mengiringi Tuhan kita memasuki Yerusalem, kita juga diajak oleh
Tuhan untuk mengalami “Yerusalem” dengan merayakan Ekaristi, perjamuan kudus
bersama dengan dia. Jadi kita bukan saja pengikut, kita lebih dari sekedar pengikut,
kita adalah murid Kristus, karena kita turut ambil bagian dalam perjamuan kudus
yang Tuhan adakan untuk dan bersama kita. Inilah kesempatan mulia yang Tuhan
berikan kepada kita agar bisa merasakan “Yerusalem abadi” walaupun kita masih
berada sementara di dunia ini.
Di dalam perjamuan inilah Tuhan menyatakan
kecintaannya kepada kita secara total melalui kisah sengsara yang kita dengar.
Ya, Tuhan mencintai kita. Kisah ini disampaikannya di dalam perjamuan Ekaristi
kudus, di dalam persatuan, di dalam komunio dengan umatnya. Jadi bagi kita yang
sudah menjadi murid Kristus menjadi nyata; apapun penderitaan, apapun persoalan
hidup yang kita hadapi, apapun kisah sengsara yang kita alami, apabila kita
selalu bersatu, berada dalam komunio, mengalami perjamuan di dalam Ekaristi,
kita pasti mengalami pembebasan dan kemerdekaan sebagai anak-anak Tuhan.
Pentingnya Perjamuan
Saudaraku sebenarnya kita diajak untuk menyadari
betapa pentingnya persatuan sebagai anak-anak Tuhan di dalam kebersamaan. Tuhan
sudah memulainya dengan mensharingkan pengalaman penderitaan yang akan dia
alami melalui perjamuan, dan mengalami penderitaan di dalam perjamuan serta
mengatasi penderitaan dengan perjamuan juga. Dia menjadi kuat karena berada
dalam persatuan dan dalam komunio bersama dengan murid-muridnya. Ini seharusnya
mengingatkan dan menyadarkan kita akan pentingnya perjamuan Tuhan untuk karya
pelayanan kita bersama.
Lantas ada apa dengan Tomas sang rasul yang ragu
dengan kebangkitan Tuhan? Apakah dia mangalami kejatuhan iman terhadap Gurunya?
Apakah dia kecewa dengan kejadian yang dialami oleh Gurunya di mana sebelumnya
mereka agungkan sebagai Sang Mesias? Ya ternyata bukan hanya Tomas, bahkan
Petrus dan rasul yang lain menjadi tidak kuat dalam iman dan bahkan “jatuh”
karena mereka tidak bersama, mereka tidak bersatu seperti ketika mereka bersama
dengan sang Guru. Di antara mereka ada yang ke Emaus, ada yang di Yerusalem dan
sibuk dengan aktivitas harian dan kepentingan mereka sendiri-sendiri, ada pula
yang sembunyi karena takut.
Tomas yang tidak bersama
Sebenarnya bukan Tomas yang kurang percaya, tetapi
Tomas yang tidak bersama. Tomas ragu dan kurang percaya karena dia keluar dari
komunio para murid, dia di luar dari komunitas gereja perdana, dia tidak
bersama dengan yang lain. Nah di sinilah kita melihat peran Tuhan yang nyata
sebagai pemersatu. Figure Yesus justru mempersatukan kembali mereka, meneguhkan
dan menguatkan mereka dengan salam kedamaian dan hembusan Roh Kudus. “DAMAI
BAGIMU, TERIMALAH ROH KUDUS” (Yoh, 20:22)
Saudaraku, kitapun demikian, disaat kita tidak berada
bersama komunitas, kita bekerja sendiri-sendiri tentu ada banyak kejatuhan yang
bisa kita alami. Jangan putus asa, ada pribadi yang sudah bangkit yang akan
selalu mempersatukan kita dan meneguhkan kita di setiap derap langkah hidup
kita. Yakinlah bahwa Tuhan akan menguatkan kita karena kita adalah murid, kita
akan dipersatukan, kita akan memperoleh sabda kedamaian dan juga kita akan dikuatkan
dengan kuasa Roh Kudus.
Totalitas persatuan kita dengan Tuhan
Tuhan
sebenarnya tidak hanya berada bersama dengan kita sebagai pengikutNya, tetapi
dia bersama dengan kita yang adalah muridNya. Dari pengalaman kebersamaan
inilah yang meneguhkan kita untuk diutus kepada mereka yang membutuhkan kasih dan penyertaan Tuhan.
Saudaraku, kita telah mengambil bagian di dalam
kemuridan Kristus, kitapun sudah dan sedang diutus dalam pewartaan dan
pelayanan bagi orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita. Memang tidaklah
mudah untuk berkarya di dunia modern seperti sekarang ini. Banyak
tantangan dan kesulitan serta penderitaan yang kita hadapi. Tetapi bukan
berarti kita tidak bisa melakukan semuanya itu. Tuhan sendiri telah melewati
dan mengatasi semuanya melalui persatuan, melalui kebersamaan, melalui komunio,
melalui Ekaristi……
Kita sudah mengalami persatuan sebagai murid Kristus,
di dalam kebangkitan-Nya, kita pasti bisa mengalami kemuridan Kristus di dalam
pelayanan kita, sehingga pewartaan Tuhan yang bangkit menjadi sempurnah karena
kita mewujud nyatakannya di dalam pelayanan kita kepada orang –orang yang Tuhan
percayakan kepada kita. Akhirnya mereka juga bisa mengalami rahmat kebangkitan
Kristus seperti yang kita alami. Bukan tidak mungkin, berkat pelayanan kita dan
rahmat Tuhan kelak mereka yang kita layani juga memperoleh gelar kemuridan
Kristus seperti yang kita kenakan sekarang ini… bukankah hal ini membawah
kebahagian juga kepada kita bahwa mereka bisa mengalami Yesus Sang Mesias di
dalam kehadiran, pewartaan dan pelayanan kita??
Remember brothers and sisters, we aren’t just
followers but we are disciples!!
By : Rm. Ferdinandus Reo, SDB (Kepala Sekolah SMPK. St. Mikael)
Langganan:
Postingan (Atom)


