Kamis, 17 September 2015
Rabu, 16 September 2015
Salam Redaksi
Salam damai sejahtera para pembaca "Suara Kasih" yang setia, baik hati dan budiman.
Buletin Yayasan Mutiara Kasih Indonesia edisi ke sembilan kembali kami persembahkan kepada anda, sebagai sarana komunikasi antara Yayasan Mutiara Kasih Indonesia dengan pihak penderma.
Buletin "Suara Kasih " yang ke sembilan ini mempunyai judul "PAY ATTENTION", dimana kami mengajak para pembaca sekalian untuk membuka hati, membuka mata dan membuka telinga terhadap orang-orang di sekitar kita.
Dalam edisi kali ini, akan disajikan Kata Pengantar, Renungan, dan Laporan Keuangan periode April-Juli 2015.
Semoga melalui "Suara Kasih", komunikasi antara para pembca, penderma, dan Yayasan Mutiara Kasih Indonesia boleh terjalin dengan baik. Kami juga menerima kritik dan saran untuk kemajuan dari buletin ini.
Salam damai sejahtera selalu...
Redaksi "Suara Kasih"
Buletin Yayasan Mutiara Kasih Indonesia edisi ke sembilan kembali kami persembahkan kepada anda, sebagai sarana komunikasi antara Yayasan Mutiara Kasih Indonesia dengan pihak penderma.
Buletin "Suara Kasih " yang ke sembilan ini mempunyai judul "PAY ATTENTION", dimana kami mengajak para pembaca sekalian untuk membuka hati, membuka mata dan membuka telinga terhadap orang-orang di sekitar kita.
Dalam edisi kali ini, akan disajikan Kata Pengantar, Renungan, dan Laporan Keuangan periode April-Juli 2015.
Semoga melalui "Suara Kasih", komunikasi antara para pembca, penderma, dan Yayasan Mutiara Kasih Indonesia boleh terjalin dengan baik. Kami juga menerima kritik dan saran untuk kemajuan dari buletin ini.
Salam damai sejahtera selalu...
Redaksi "Suara Kasih"
Senin, 14 September 2015
Susunan Redaksi Suara Kasih dan Susunan Pengurus YMKI
SUSUNAN REDAKSI SUARA KASIH
| |
Penasehat/ Penanggung jawab
|
: Sujanto
|
Pemimpin Umum
|
: Fransiskus Eko
|
Pemimpin Redaksi
|
: Susana
|
SUSUNAN PENGURUS YAYASAN MUTIARA KASIH INDONESIA (YMKI)
| ||
Penasehat
|
:
|
Denny Hartono dan Sujanto
|
Ketua
|
:
|
Fransiskus Eko
|
Pengurus Harian
|
:
|
Susana
|
Profil Yayasan Mutiara Kasih Indonesia
Yayasan mutiara kasih, lahir dari kerinduan untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan formal dan ikut ambil bagian dalam pendidikan moral dan spiritual untuk membentuk generasi bangsa yang mempunyai jiwa yang tangguh dalam menghadapi tantangan jaman, serta mempunyai budi pekerti yang baik dan mempunyai karakter yang baik. Apa yang baik dalam diri seseorang itu digali dan dibina serta dikembangkan sehingga dapat menjadi mutiara yang berharga dan memberikan kasih pada lingkungan sekitarnya. Yayasan Mutiara Kasih juga lahir dari kerinduan untuk menanamkan dan menjalankan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” (sila ke 5 dari Pancasila) dibidang pendidikan.
VISI
Menjadikan peserta didik orang yang kuat dalam iman, berprestasi, mandiri dan mempunyai karakter yang baik.
MISI
- Menanamkan nilai-nilai rohani hingga mempunyai akar yang kuat dalam iman pada peserta didik.
- Menanamkan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan pada peserta didik.
- Menggali potensi anak dan mengembangkan potensi anak hingga mereka dapat berprestasi.
- Mengikuti perkembangan kemajuan di bidang pendidikan dan teknologi dan mengajarkannya pada peserta didik.
- Memotivasi anak untuk maju dan berkembang serta mempunyai kepercayaan diri.
- Melakukan pendidikan karakter.
Kata Pengantar : Pay Attention
Pada waktu itu, saya sedang menunggu pesawat yang akan membawa saya terbang dari Surabaya menuju ke Jogjakarta. Saya melihat jam di handphone saya, ternyata ada waktu tunggu kurang lebih 60 menit sampai naik ke pesawat, karena itu, saya sedikit bersantai di restaurant sambil menikmati jajanan dan minuman, serta mengobrol dengan teman yang kebetulan bertemu disana.
Setelah saya selesai mengobrol, saya segera mengambil tas dan menuju ke gerbang dan melakukan proses check in untuk masuk ke pesawat, tetapi apa yang terjadi sangatlah mengejutkan saya.
Petugas yang ada disana mengatakan bahwa pesawat yang saya tumpangi telah berangkat. Mereka mengatakan bahwa nama saya telah dipanggil berkali-kali lewat pengeras suara, tetapi saya tidak datang untuk menjawab panggilan tersebut. Seketika itu juga, saya melirik ke handphone yang terselib di saku celana, dan alangkah terkejutnya, karena waktu keberangkatan saya telah lewat lebih dari 30 menit.
Saat itu perasaan saya sungguh kesal, marah dan juga bingung. Tiket pesawat saya hangus (uang tidak dapat kembali) dan saya masih harus mengeluarkan uang tambahan untuk naik bis menuju menuju ke jogja.
Itulah cerita kecil mengenai Pay Attention atau memberikan perhatian.
Ketika terlalu asik dengan makan, minum dan mengobrol dengan teman, saya tidak memberikan Pay Attention terhadap waktu keberangkatan pesawat, akibatnya saya tertinggal.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dituntut untuk memberikan perhatian atau pay attention terhadap hal-hal yang menjadi prioritas dalam kehidupan.
Sebagai seorang Suami, saya dituntut memberikan perhatian dan cinta kepada belahan hati yang saya nikahi dalam Sakramen Kudus.
Sebagai seorang Ayah, saya dituntut untuk membimbing anak-anak yang telah dikaruniakan kepada saya, membimbing mereka agar kelak mereka siap dalam menghadapi kehidupan.
Sebagai seorang Anak, saya dituntut untuk memberikan rasa hormat dan cinta kepada orang tua yang telah mendidik dan membesarkan saya.
Sebagai seorang Murid Kristus, saya dituntut untuk belajar dari Sang Guru, belajar mencintai, belajar mengasihi, belajar melayani dan juga belajar untuk mengenal Dia dengan lebih baik lagi.
Ketika kita tidak memberikan perhatian terhadap hal-hal yang menjadi prioritas dalam kehidupan ini,
Hidup ini akan kehilangan arah dan kehilangan makna, kita akan menjadi bingung ketika dihadapkan dalam pilihan. Hidup ini akan menjadi kapal yang berlayar tanpa kendali, hanya berlayar mengikuti kemana arah angina berhembus.
Tetapi sebaliknya, jika kita memberikan perhatian terhadap hal-hal yang menjadi prioritas dalam kehidupan ini, maka langkah yang kita ambil akan menjadi pasti dan berarti.
Para pembaca yang terkasih, Luangkanlah sedikit waktu untuk melihat kembali mengenai kehidupan yang selama ini telah kita jalani,
Apakah dari hari ke hari, kehidupan ini menuju kearah yang lebih baik ?
Apakah kita mempunyai prioritas dalam kehidupan ini ?
Apakah kehidupan kita membawa berkat bagi orang lain ?
Apakah kita telah memberikan perhatian atau Pay Attention terhadap prioritas kehidupan yang telah kita tetapkan ?
Apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan, ambilah suatu keputusan yang tidak akan disesali di kemudian hari.
Salam,
Sujanto
Renungan : What do you Want?
WHAT DO YOU WANT?
Jesus turned around, saw them following and said, 'What do you want?' They answered, 'Rabbi' - which means Teacher - 'where do you live?' (John 1:38)
Salam jumpa kembali saudaraku.
Ayo kerja, itulah semboyan yang merangkul keseluruhan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta yang ke-70. Kemerdekaan yang kita alami dan rasakan ini adalah hasil dari perjuangan yang tanpa henti dan berkesinambungan dari seluruh putra-putri Indonesia sejak dahulu hingga saat ini. Kita patut bersyukur bahwa kemerdekaan yang sudah menjadi bagian dari negara ini sejak 70 tahun yang lalu tidak terlepas dari penyelenggaraan dan campur tangan Tuhan.
Semboyan Ayo Kerja bagi kita pengikut Kristus tidak berhenti pada tingkat Ora et Labora (berdoa dan bekerja). Bagi kita berdoa dan bekerja seakan memberi kesan antara doa dan kerja adalah dua dunia yang berbeda. Yang satu bersifat duniawi dan yang lainnya Ilahi. Apakah sebatas itu kekayaan doa dan karya kita? Jawabannya adala tidak. Kita perlu masuk kepada pemahaman yang lebih mulia dan bermartabat sebagai anak-anak Allah yang merdeka; Orare est Laborare - Laborare est Orare (doa kita adalah kerja dan kerja kita adalah perwujudan nyata dari doa kita).
Sama saudaraku yang dikasihi Tuhan, ketika kita menjadikan semua pekerjaan kita adalah bentuk doa yang nyata, kita sebenarnya sedang meningkatkan nilai kerja yang lebih Kristiani, kudus dan mulia. Dengan bekerja, kita sedang menyempurnahkan kemanusiaan kita yang adalah perwujudan dari gambar dan rupa Tuhan itu sendiri. Rupa Tuhan yang mencintai, rupa Tuhan yang peduli, rupa Tuhan yang mau berkorban demi cintanya kepada umatnya.
What do you want? Ini adalah sebuah pertanyaan “peduli”, pertanyaan yang siap berkorban bagi mereka yang membutuhkan Dia. Perbuatan Turned around yang dilakukan Tuhan kepada murid Yohanes adalah sebuah tindakan “peka”, tindakan mau memberi waktu, tindakan yang memiliki hati yang mau berbagi serta care. Tuhan yang sedang sibuk dengan rutinitas pewartaanya, masih menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang untuk melihat kebutuhan mereka yang merindukan Dia, mereka yang ingin mengenalNya dan mau tinggal bersama dengan Dia.
Tuhan tidak hanya berhenti dan menoleh ke belakang, namun Dia masuk ke dalam kerinduan mereka yang mengikutiNya dengan sebuah pertanyaan “harapan”; “What do you Want?” jawaban yang mereka berikan kepada Tuhan adalah sebuah jawaban kepastian, jawaban mengenai destiny bagi mereka merindukan Tuhan. 'Rabbi where do you live?' mereka seakan bertanya Guru di manakah Engkau tinggal, di manakah kasih, di manakah kebahagiaan, di manakah kedamaian, di manakah keabadian kerajaanMu? Mereka tidak sekedar bertanya tempat tinggal, namun mereka merindukan sebuah keabadian yang damai, penuh kasih dan sukacita yang merupakan gambaran kerajaan Allah itu sendiri.
Kita telah memperoleh kemerdekaan sebagai sebuah Negara yang sudah merayakan ulang tahunnya yang ke-70, lantas bagaimana dengan kemerdekaan kita sebagai anak-anak Tuhan? Kalau kita menyebut diri kita orang Kristiani atau Kristus-Kristus kecil, dengan semangat “ayo kerja” yang kita miliki saat ini, apakah kita juga menyempatkan diri untuk berhenti, menoleh ke belakang menanyakan kepada mereka yang membutuhkan dengan pertanyaan “What do you want seperti Tuhan?
Saudaraku, kita sudah dan sedang memberikan dan menunjukan kepada mereka yang mencari Tuhan sebuah “destiny” melalui kepedulian kita kepada kebutuhan mereka khususnya saat ini dalam dunia Pendidikan. anak-anak asuh kita yang selama ini kita perhatikan, kita bantu. Secara tidak langsung sebenarnya kita sudah dan sedang berhenti, memberi waktu, menoleh dan care kepada mereka yang membutuhkan. Kita membuat mereka berpengharapan, memiliki kerinduan dan merasakan sebuah “destiny”, kasih, damai dan sukacita selama peziarahan mereka di dunia ini dengan pertanyaan “Adik-adik What do you Want?” God Bless Everybody!!
By : Rm. Ferdinandus Reo, SDB (Kepala Sekolah SMPK St. Mikael)
Jumat, 11 September 2015
Laporan Keuangan
LAPORAN POSISI KEUANGAN
|
||
No.
|
Perkiraan
|
Juli 2015
|
Aktiva
|
(Rp)
|
|
1
2
3
|
Kas
Bank BCA
Bank Panin
|
25.676.515
2.143.921
126.503
|
Jumlah Aktiva
|
27.946.939
|
|
LAPORAN AKTIVITAS
|
||
No.
|
Perkiraan
|
April-Juli 2015
|
Penerimaan
|
(Rp)
|
|
1
2
3
|
Donatur Prota
Bunga Bank (BCA+Panin)
Sumbangan
|
18.100.042)
4.869)
55.828.300)
|
Jumlah Penerimaan
|
73.933.211)
|
|
Pengeluaran
|
||
5
6
7
8
9
10
11
12
13
|
Biaya Prota
Biaya Adm Bank
Biaya bantuan
Biaya Anak Asuh
Biaya Rekoleksi
Biaya Pembinaan
Biaya Sekretariat
Biaya Inventaris
Gaji Karyawan (Apr s/d Jul ‘15)
|
21.340.000)
52.000)
14.200.000)
33.123.600)
-)
1.240.000)
-)
-)
8.000.000)
|
Jumlah Pengeluaran
|
77.955.600)
|
|
Kenaikan Aktiva Bersih
|
(4.022.389)
|
|
Langganan:
Komentar (Atom)
